Minggu, 06 Agustus 2017

Andai Tuhan kasihani kita yang sedang jatuh cinta

Alam bersendawa,
seakan kenyang akan segala pilu dari sang angin.
Angin suka membawa kabar,
kabar-kabar lelah tentang mereka yang minta dikasihani.
Oh andai Tuhan kasihani kita yang sedang jatuh cinta.

Senja menerpa wajahnya,
seakan membantu ku menerawang pikirannya.
Layaknya seorang cenayang.
Cenayang yang sedang cemas,
cemas, kesal, pasrah menunggu.
Sedang ia sesenggukan.

-
"Tapi hubungan kita suci. Ndak melanggar norma, jauh pula dari keinginan maksiat"
"Tetap saja dosa, mas"
"Aku harus bagaimana?"
"Pinang lah aku kerumah. Aku menunggu"
-

Oh rina,
Akankah kita menangis bersama dengan perasaan cinta, sedih, rindu, dan sebuah dosa?
Ia masih sesenggukan dalam doa tahlil,
ketika rina menitik air mata,
air mata dari sebuah hubungan hampa.

Oh andai Tuhan kasihani kita yang sedang jatuh cinta ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar