adalah sebuah kenangan indah dalam hidupku.
Kau tahu itu, lae?
14 bulan kita lalui bersama, lae.
Kita arungi selat Sunda itu bersama.
Ingat kah kau akan itu, lae?
14 bulan kita berjuang menapaki jejak kaki di puncak gunung Rinjani itu, lae.
Mengucap janji untuk selamanya setia.
Akankah kau kenang itu, lae?
Lae,
Kau bilang kau baik-baik saja.
Tapi kau orang baik, lae.
Orang baik belum tentu baik-baik saja, bukan?
Lae,
Apa yang harus aku lakukan?
Menantang takdir atau ikhlas dengan kepergianmu?
Lae,
Aku tidak bisa.
Sikit waktu ku bersama kau, lae.
Empat belas bulan. Bah, tak kira-kira nya.
Belum lagi ku persunting kau untuk jadi teman hidup.
Kau pula yang di persunting malaikat kematian.
Lae,
Aku butuh 1400 bulan lagi untuk bisa bersamamu.
Aku butuh 1400 purnama lagi untuk menyaksikan nya denganmu.
Lae,
Tuhan tak meresmikan akad kita.
Tidak didunia ini.
Lae,
Mungkin Tuhan akan izinkan kita nanti di surga.
Oh Lae,
Bila ku rindu kau. Bagaimana?
Lae,
Aku cinta kau, kau tahu bukan?
Bisa tidak kira nya kau tenang disana sementara aku disini gemersak-gemersuk tak karuan?
Laela sayang,
Aku di Jakarta.
Sedang memesan karangan bunga untuk kau di Karawang.
Kau suka bunga Anggrek, bukan?
Laela sayang,
Aku tak hadir.
Dan sungguh, aku tak bisa.
Karena yang hadir; ialah mereka yang siap melepasmu.
Sementara aku tidak, lae.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar